
Masjid Agung Karawang terletak di Jalan Alun –
Alun Barat Kelurahan Karawang Kulon Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang
Provinsi Jawa Barat Indonesia. Masjid Agung Karawang dibangun oleh seorang
Waliyullah yang bernama Syech Hasanudin atau Syech Mursahadatillah atau Syech
Quro Karawang atau Syech Qurotul’ain pada tahun 1340 Saka atau tahun 1418
Masehi atau sekitar pada abad ke – 15. Pada awalnya Masjid Agung Karawang ini
merupakan sebuah pondok pesantren yang bernama Pesantren Quro dan sekaligus
Mushola kecil untuk tempat mengaji dan sholat 5 waktu bagi para Santrinya
termasuk Nyi Subang Larang dan para Warga Karawang. Masjid Agung Karawang
berbentuk bangunan Joglo bertiang utama (soko guru) yang memiliki empat tiang
utama, bentuk atap Limas bersusun Tiga yang melambangkan : Iman, Islam dan
Ihsan.
Di Masjid Agung Karawang ini terjadi peristiwa
bersejarah yaitu peristiwa pernikahan antara Nyi Subang Larang putrinya Ki
Gedeng Tapa Muara Jati Cirebon dengan putra mahkota kerajaan Pajajaran putra
dari Prabu Angga Larang yang bernama Raden
Pamanah Rasa. Pernikahan antara Nyi Subang Larang dengan Raden Pamanah Rasa
berlangsung pada tahun 1344 Saka atau tahun 1422 Masehi, dan sebagai
penghulunya pada waktu itu adalah Syech Hasanudin atau Syech Quro Karawang.
Hasil dari pernikahan tersebut, mereka (
Nyi Subang Larang dengan Raden Pamanah Rasa ) dikaruniai 3 orang anak yaitu :
1. Raden Walangsungsang atau Pangeran
Cakrabuana atau Cakraningrat ( Yang lahir pada tahun 1345 Saka atau tahun 1423
Masehi ).
2. Nyi Mas Rara Santang atau Syarifah Muda’im
( Yang lahir pada tahun 1348 Saka atau tahun 1426 Masehi ).
3. Raja Sangara atau Raden Kian Santang ( Yang
lahir pada tahun 1350 Saka atau tahun 1428 Masehi ).





